Musibah kabut asap yang
menimpa kota Riau dan kota Jambi yang terjadi saat ini telah banyak menimbulkan
kasus – kasus yang terkait dengan masalah kesehatan, polusi udara, terhambatnya
transportasi udara. Musibah kabut asap yang terjadi akibat terbakarnya hutan
dan lahan gambut yang disebabkan musim kekeringan dan global warming ini telah
memicu bencana alam yang mngikutsertakan negara tetangga menjadi korban nya
seperti Malaysia dan Singapura. Badan Lingkungan
Nasional Singapura (NEA) mengatakan telah memperingatkan rekan tetangganya
Indonesia terkait situasi ini “dan mendesak pemerintah Indonesia untuk
melakukan tindakan untuk mengurangi penyebaran asap yang melewati batas
Negara.”
Dampak
di dalam Negeri sendiri seperti telah diperkirakan banyak korban yang menderita
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ,Sekretaris Dinkes Kabupaten Melawi,
Oktavianu Naibaho dimana pada bulan Juli tercatat ada 1.203 kasus ISPA dari
seluruh kecamatan, sedangkan pada Agustus, terjadi peningkatan sebanyak 1.652
kasus ISPA, sehingga telah terdata sebanyak 2.855 penderita, dan jumlah itu
belum termasuk kasus ISPA di bulan September. Serta dampak dalam hal
Transportasi, telah banyak pesawat yang menunda keberangkatannya (delay) akibat
kabut asap yang menghalangi jarak pandang.[i]
Upaya pemadam api yang membakar hutan dan lahan di sejumlah tempat di
Provinsi Riau terus dilakukan oleh pemerintah, salah satunya dengan melakukan
hujan buatan. Sebanyak dua ton garam ditebar di langit Riau. Hingga saat ini
polisi telah menetapkan sebanyak 29 tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan
lahan di Riau. Sebanyak 27 di antaranya telah ditahan. "Tersangka
terbanyak di Kabupaten Bengkalis dengan delapan orang tersangka. Kemudian dua
orang tersangka dari Bengkalis itu masih buron. Semua tersangka dari kalangan
masyarakat," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.[ii]
Menurut pendapat saya permasalahan mengenai kabut asap ini adalah tidak
hanya disebabkan oleh alam, juga di sebabkan oleh perusahaan – perusahaan yang
tidak berkomunikasi lagi kepada Pemerintah dan warga sekitar mengenai dampak yang
akan di timbulkan. Solusi untuk permasalahan ini menurut saya adalah, untuk
perusahaan – perusahaan mulai lah untuk tidak merusak lahan dengan membakarnya,
dan juga untuk perusahaan kertas dalam memilih batang hendaklah menanam yang
baru untuk menggantikkan batang yang telah di tebang, sehingga hutan pun tetap
subur dan tidak tandus. apabila lahan mulai tandus, itu akan memunculkan titik
– titik api yang di sebabkan cuaca ekstrim akibat kemarau ini, sehingga
kebakaran hutan dan musibah kabut asap pun tidak terelakkan lagi. Solusi untuk
Pemerintah untuk sekarang yaitu bagaimana caranya untuk meminimalisir dampak
yang akan ditimbulkan oleh kabut asap ini, seperti dalam segi ekonomi
mengurangi kunjungan wisata domestik dan mengganggu susaha bisnis, sejumlah
bandara di tutup, dalam segi kesehatan telah banyak yang menderita Infeksi
Saluran Pernapaan Akut (ISPA), dalam segi pendidikan sekolah – sekolah banyak
yang diliburkan oleh pemerintah daerah setempat, dan dalam segi lingkungan
sudah jelas dampak yang di timbulkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar