Jumat, 09 Oktober 2015

Kebakaran Hutan dan Kabut Asap Indonesia



Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki wilayah hutan terluas di dunia setelah Brazil dan Zaire, ini merupakan suatu kebanggan bagi bangsa Indonesia karena manfaat dari hutan Indonesia yang luas ini mampu menjadi paru-paru dunia. Namun ancaman utama yang paling kuat menghantui Indonesia adalah kerusakan hutan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kerusakan hutan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan alam Indonesia. Kegiatan penebangan hutan secara sembarang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup flora dan fauna yang ada didalamnya.
Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang memiliki dampak sangat negatif. Kebakaran hutan merupakan suatu bencana yang tidak tertahankan, secara luas dan bebas menyebar. Kebakaran hutan ini kembali menyebabkan kabut asap di pulau Sumatra terutama di Provinsi Riau, Pekanbaru dan juga di Pulau Kalimantan. Kabut asap ini merupakan kasus pencemaran udara berat yang bisa terjadi berhari-hari bahkan hingga hitungan bulan. Di Indonesia kabut asap merupakan masalah yang selalu berulang dan belum dapat dengan baik dituntaskan. Ini disebabkan karena banyaknya pembakaran hutan secara sembarangan demi kepentingannya sendiri sehingga merugikan warga negara Indonesia yang lainnya. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah di Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat dan telah mengganggu kehidupan masyarakat. Kabut asap ini juga sudah sampai ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sehingga membuat aktivitas di negara tetangga juga terganggu. Akibat dari kejadian ini kedua negara tetangga merasa dirugikan akibat kabut asap yang ditimbulkan oleh Indonesia.
Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang. Masyarakat yang kotanya diselimuti kabut asap mulai terserang penyakit saluran pernafasan (ISPA), kebanyakan yang terkena penyakit ini adalah anak-anak dan balita. Direktur LSM Walhi Kalimantan Barat Anton Widjadja menilai, penanganan bencana kabut asap yang dilakukan pemerintah selama ini hanya berfokus  pada pemadaman dan penegakan hukum. Anton Widjadja mengatakan “belum ada satu pun upaya konkret pemerintah untuk menolong korban terdampak. Bahkan masyarakat terpaksa harus membiayai pengobatan sakit gangguan pernapasan  dengan uang pribadi karena tidak ada posko kesehatan yang buka 24 jam”.
Masker yang digunakan oleh masyarakat juga seharusnya bukanlah masker biasa yang berbahan kanvas. Namun seharusnya maser yang dipakai untuk melindungi saluran pernafasan kita adalah masker N95 yang mampu menyaring partikel-partikel khusus yang berbahaya bagi tubuh kita. Sementara itu di wilayah lain yang tidak terkena kabut asap mulai ramai menggalang dana, dana tersebut dikumpulkan dan dibelikan masker untuk dikirimkan pada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah kabut asap ini.
Masalah ini sebaiknya tidak diserahkan atas dasar siapa yang salah, namun sebaiknya kita sebagai warga negara Indonesia mulailah sadar akan perbuatan yang akan merugikan diri dan bangsa kita sendiri sehingga dengan kejadian seperti ini harusnya kita bisa lebih menjaga dan menyayangi negeri kita ini.


Sumber :
print.kompas.com/baca/2015/09/05/Kabut-Asap-Sudah-Darurat           
m.kompasiana.com
m.merdeka.com/peristiwa/sindiran-sindiran-pedas-untuk-jokowi-gagal-atasi-kabut-asap-splitnews-2.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar