Senin, 29 Februari 2016

Zayyid Abdurahman NS (Teori Komunikasi1)


TEORI DAN MODEL KOMUNIKASI

ZAYYID ABDURAHMAN NS

D1E015053



Teori komunikasi

  • Teori komunikasi adalah satu pandangan dan strategi yang akan membentuk alat dan rangka kerja untuk sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah komunikasi yang hendak dibuat.
  • Teori komunikasi menurt para ahli:
  • 1.         SAODAH BINTO WOK AWANG & NARIMAH BINTI ISMAIL
    Teori komunikasi ialah teori yang digunakan untuk menerangkan,                                                                menjelaskan, menilai, membuat ramalan demi untuk memahami fenomena komunikasi

  • 2.         WINDA YULIA
    Teori komunikasi adalah komunikasi yang mengacu pada proses pertukaran pesan dan sinyal di antara aktor-aktor sosial, sebagai suatu elemen penting dalam konstruksi arti dan persepsi, yang merupakan kepedulian sentral dalam model tersebut

  • 3.         HENDRI MA'RUF
    Teori komunikasi merupakan landasan bagi keberhasilan strategi promosi yang dilakukan peritel, termasuk oleh jenis perusahaan lain di industri apa saja. Teori ini menjelaskan siapa yang mengirim pesan apa dengan cara apa kepada siapa dan bagaimana hasilnya

    Model komunikasi
    Model komunikasi linear
    Model komunikasi ini dikemukakan oleh claude shannon dan warren weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication MERka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel)
    Model interaksional
    Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung.
    Model transaksional
    Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi

    Fungsi  model komunikasi


  • Gordon Wiseman dan Larry Barker, mengemukakan bahwa model kamunikasi mempunyai tiga fungsi :

    1. Melukiskan proses komunikasi,

    2. Menunjukkan hubungan visual,

    3. Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi.

    Deutsch menyebutkan bahwa model komunikas itu mempunyai empat fungsi :

    1. Mengorganisasikan (kemiripan data dan hubungan) yang tadinya tidak teramati,

    2. Heuristik (menunjukkan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui),

    3. Prediktif, memungkinkan peramalan dari sekedar tipe ya atau tidak hingga kuantitatif yang berkenaan dengan kapan dan seberapa banyak,

    4. Pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi,

    Model-model komunikasi para ahli

  • Model Aristoteles
                Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa anda (etos-kererpercayaan anda), argumen anda (logos-logika dalam emosi khalayak). Dengan kata lain, faktor-faktor yang memainkan peran dalam menentukan efek persuatif suatu pidato meliputi isi pidato, susunannya, dan cara penyampainnya.
    Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis
  • Model Lasswell
    Model ini berupa ungkapan verbal, yaitu :
    1.    Who
    2.    Says What
    3.    In Which Channel
    4.    To Whom
    5.    With What Effect
  • Model Shannon dan Weaver
                Model yang sering disebut model matematis atau model teori informasi. Model itu melukiskan suatu sumber yang menyandi atau menyiptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada seorang penerima.

  •      Konsep penting Shannon dan Weaver adalah :
    Gangguan (noise), Setiap rangsangan tambahan dan tidak dikendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan.  Konsep lain yang ikut andil adalah entropi dan redundasi serta keseimbangan yang diperlukan diantara keduanya untuk menghasilkan komunikasi yang efisien dan dapat mengatasi gangguan dalam saluran.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar