NAMA
: NAJDAH TWIN ANTITA
NPM : D1E015078
TEORI
KOMUNIKASI
Teori komunikasi adalah satu pandangan dan strategi
yang akan membentuk alat dan rangka
kerja untuk sesuatu perkara yang hendak dilaksanakan Dalam proses komunikasi teori akan membina bentuk dan kaidah komunikasi yang
hendak dibuat. Melalui penulisan ini pejelasan tentang beberapa teori
komunikasi akan dibuat.
Dibawah
ini akan dijelaskan tentang apa itu komunikasi menurut beberapa para ahli
:
Theodore M. Newcomb, Setiap bentuk komunikasi
dipandang sebagai suatu transmisi informasi, yang terdiri dari rangsangan yang
diskriminatif, dari sumber untuk penerima.
Rogers & O. Lawrence
Kincaid “Komunikasi merupakan
suatu interaksi dimana terdapat dua orang atau lebih yang sedang membangun atau
melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada akhirnya akan
tiba dimana mereka saling memahami dan mengerti“.
Everett M. Rogers, mengemukakan pendapatnya yaitu Komunikasi adalah
suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerimaan
atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
Carl I. Hovland :“Komunikasi adalah proses yang
memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya
lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”
Harold Lasswell : Who Says What In Which Channel
to Whom With What Effect? Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada
Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?
Model
model komunikasi
Model S-R
Model ini adalah model komunikasi paling dasar. Model
ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang beraliran
bihavioristik. Komunikasi dianggap sebagainsuatu proses aksi-reaksi yang sangat
sederhana. Ketika saya tersenyum pada Anda dan Anda membalas senyiman saya,
itulah model S-R. Model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal
(lisan-tulisan), isyarat-isyarat non verbal, gambar-gambar, dan
tindakan-tindakaj tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon
dengan cara tertentu. Model ini mengabaikan adanya faktor manusia seperti
sistem internal individu. Singkatnya model ini menganggap bahwa komunikasi itu
bersifat statis.
Manusia selalu karena adanya stimulus atau rangsangan
dari luar, bukan berdasarkan kehendak, keinginan atau kemauan bebasnya. Oleh
karena itu, model ini kurang tepat kalau diterapkan pada proses komunikasi
manusia.
Model Arisroteles
Aristoteles adalah filosof Yunani, tokoh paling dini
yang mengkaji komunikasi, yang intinya adalah persuasi Model Aristoteles adalah
model yang paling klasik atau disebutbjuga model retoris. Oleh karena itu,
model ini merupakan penggambaran dari komunikasi retoris, konu8mikasi publik
atau pidato. Aristoteles adalah orang pertama yang merumuskan model komunikasi
verbal pertama. Proses komunikasi terjadi ketika ada seorang pembicara
berbicara kepada orang lain atau khalayak lain dala rangka merubah sikap
mereka.
Aristoteles mengemukakan tiga unsur yang harus ada
dalam proses komunikasi :
- Pembicara (speaker)
- Pesan (message)
- Pendengar (listener)
Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh :
- Siapa Anda (etos-kepercayaan anda)
- Apa argumen Anda (Logos-logika dalam pendapat Anda)
- Dengan memainkan emosi khalayak (pathos-emosi khalayak)
Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa proses
komunikasi dipandang sebagai suatu yang statis dan tidak mempedulikan saluran,
umpan balik, efek, dan kendala-kendala. Disanping itu, model ini juga berfokus
pada komunikasi yang disengaja (komunikator mempunyai keinginan secara sadar
untuk merubah sikap orang lain).
Model Laswell
Model ini merupakan sebuah pandangan umum tentang
komunikasi yang dikembangkan dari batasan ilmu polotik.
Who say what in which channel to whom with what effect
?
Laswell mengemukakan tiga fungsi komunikasi, yaitu :
- Pengawasan lingkungan,
- Korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan.
- Transmisi warisan sosial.
Model ini merupakan versi verbal dari model Shannon
dan Weaver. Model ini melihat komunikasi sebagai transmisi pesan : Model ini
mengungkapkan isu “efek” dan bukannya “makna”. Efek secara tak langsung
menunjukkan adanya perubahan yang bisa diukur dan diamati pada penerima yang
disebabkan unsur-unsur yang bisa diidentifikasi dalam prosesnya. Model ini
lebih sesuai diterapkan pada kajian komunikasi massa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar