Senin, 29 Februari 2016

Dwi Cakra Sukmana (Teori Komunikasi1)


Nama :Dwi Cakra Sukmana

Npm  : D1E015082

Teori Komunikasi

 Teori komunikasi adalah komunikator, media dan pesan yang dimana komponen tersebut harus saling melengkapi agar para komunikan dapat menyerap apa yang disampaikan oleh komunikator.Teori komunikasi ini pada dasarnya adalah ilmu dasar di dalam komunikasi.



Pengertian Teori Komunikasi Menurut Para Ahli :



  1. Borman – Teori komunikasi adalah satu perkataan / istilah untuk semua perbincangan dan analisis yang dibuat secara berhati-hati, sistematik dan sadar tentang komunikasi.

  2. Little John – Teori komunikasi adalah satu teori atau sekumpulan “pemikiran kolektif” yang didapati dalam keseluruhan teori terutama yang berkaitan dengan proses komunikasi.

    Macam-macam teori komunikasi :


  1. Teori Behaviorisme.
  2. Teori Informasi.
  3. Teori Agenda Setting.
  4. Teori Uses and Gratifications.
  5. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa.

    Pengertian model komunikasi :

    Model komunikasi merupakan suatu bentuk gambaran untuk mempermudah kita memahami suatu fenomena.

    Model komunikasi :

    Model S – R

    Model stimulus – respon (S – R) adalah model komunikasi paling dasar.
    Model ini depengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang beraliran behavioristik.
    Model tersebut menggambarkan stimulus – respons. Model ini menunjukan komunikasi sebagai aksi reaksi yang sederhana. Bila seorang lelaki berkedip kepada seorang wanita, dan wanita itu kemudian tersipu malu, itulah pola S – R.

    Model Aristoteles
               
    Model Aristoteles adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga disebut model retoris. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Tepatnya, ia mengemukakan tiga unsur dasar dalam proses komunikasi, yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener) .


    Model Schramm
               
    Menurut Wilburg Schramm, komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya tiga unsur: sumber (source), pesan (message), dan sasaran (destination). Sumber boleh jadi seorang individu atau suatu organisasi seperti surat kabar, stasiun televisi. Menurut Schramm, setiap orang dalam proses komunikasi adalah sekaligus sebagai enkoder dan dekoder. Kita secara konstan menyandi balik tanda-tanda dari lingkungan kita, menafsirkan tanda-tanda tersebut.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar