Senin, 29 Februari 2016

Dhiyah Effiana Putri Wirawan (Teori Komunikasi1)


NAMA   : DHIYAH EFFIANA PUTRI WIRAWAN

NPM      : D1E015108

TEORI KOMUNIKASI



TEORI KOMUNIKASI pada dasarnya sangat dibutuhkan dalam menerapkan suatu komunikasi baik komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, ataupun komunikasi massa karena kegunaan dari teori komunikasi sebagai penjelas dan pemberi suatu informasi terhadap objek-objek komunikasi dan agar supaya para komunikan bisa menyerap dengan sangat apa yang disampaikan oleh komunikator adapun yang sangat dibutuhkan dalam komuikasi termasuk dalam menerapkan teori komunikasi adalah komunikator, media, pesan, pemirsa dan umpan balik. Dan dari kesekian element komunikasi yang paling banyak mempunyai peran penting dalam proses berkomunikasi adalah seorang komunikator jika seorang komunikator handal maka umpan baliknya akan tercapai dengan sangat baik.



Macam-macam teori komunikasi di antaranya adalah;

1. Teori behaviorisme Ilmuwan komunikasi yang mendukung toeri behaviorisme ini adalah JhonB.watson (1878-1958) ilmuwan ini di Amerika disebut sebagai bapak behaveorisme, teori ini menyebutkan bahwa dari semua prilaku, termasuk tindak balasan atau yang dikenal dengan respon itu semua ditimbulkan dari adanya rangsangan (stimulus), pernyataan tersebut kita bias menyimpulkan bahwa jika suatu rangsangan telah diamati dan diketahui maka respon dari seseorang tersebut akan mudah dan dapat diprediksikan, dari setiap prilaku dapat kita pelajari melalui hubungan stimulus dan juga respon.

 2. Teori Informasi Teori informasi ini adalah sebagian dari teori komunikasi yang klasik, teori ini merupakan bentuk penjabaran dari karya Claude Shannon dan Warren Weaver (1949, Weaver. 1949), dalam teori ini disebutkan bahwa komunikasi sebagai tranmisi pesan dan bagaimana transmitter menggunakan saluran dan media dalam berkomunikasi di dalam teori komunikasi informasi ini menitik beratkan pada saluran atau media yang digunakan oleh transmitter jika sinyal dalam media ini tidak baik maka proses komunikasi tersebut akan tidak lancer begitu pun juga sebaliknya.

3. Teori agenda setting Teori ini hamper sama dengan teori informasi karena dalam teori agenda setting ini sama-sama bergantung pada media, teori ini diperkenalkan oleh McCombs dan DL Shaw (1972). Toeri ini berargumen bahwa media sangat member tekanan kepada suatu peristiwa, dari peristiwa itu media mengangkat peristiwa tersebut dan mempengaruhi khalayak untuk menganggap peristiwa tersebut penting.Kesimpulannya jika hal apa yang dianggap penting oleh media, maka penting juga bagi khalayak(masyarakat).

4. Teori uses and gratifications(kegunaan dan kepuasan) Teori yang dikemukakan oleh Herbert Blumerdan Elihu Katz (1974).Dalam teori ini hal yang di utamakan adalah pengguna media, pengguna media mempunyai peran aktif dalam teori ini, untuk memilih dan menggunakan media tersebut.

5. Teori dependensi efek komunikasi massa Teori dependensi efek komunikasi dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin L. DeFluer (1976), teori ini lebih menfokuskan kepada kondisi structural dalam suatu masyarakat dari structural masyarakat ini kecendurangan akan terjadi suatu efek media massa. Teori ini bisa diakusisi oleh para komunitas masyarakat modern dan bagaimana masyarakat modern mempunyai anggapan bahwa media massa adalah pusat informasi yang mempunyai andil penting dalam proses memelihara, perubahan, dan konflik dalam tataran masyarakat dan masalah perorangan dalam suatu aktivasi sosial.




MODEL MODEL KOMUNIKASI yaitu model analis dasar komunikasi, model proses komunikasi dan yang terakhir model komunikasi partisipasi. Lebih lanjut mengenai model model komunikasi sebagai berikut.

1. Model Analisis Dasar Komunikasi

Salah satu dari model model komunikasi yaitu model analisis dasar komunikasi. Model komunikasi ini dinilai sebagai suatu model klasik atau model pemula komunikasi yang dikembangkan sejak Aristoteles, kemudian Lawsel hingga Weaver dan Shannon. Aristoteles membuat model komunikasi yang terdiri atas tiga unsur, yaitu siapa, mengatakan apa dan terakhir kepada siapa. Model komunikasi yang dibuat Aristoteles belum menempatkan unsur media dalam proses komunikasi karena belum ada media seperti surat kabar pada massanya.



Model dasar komunikasi yang dibuat Aristoteles telah mempengaruhi Harold D Lasswell, yang kemudian membuat model komunikasi yang dikenal dengan formula Lasswell. Model komunikasi Lasswell terdiri atas 5 unsur, yaitu siapa, mengatakan apa, melalui apa, kepada siapa dan apa akibatnya. Lasswell melihat bahwa suatu proses komunikasi selalu mempunyai efek atau pengaruh. Oleh karena itu tidak menghendaki kalau model Lasswell ini banyak menstimuli riset komunikasi, khususnya pada bidang komunikasi massa dan komunikasi publik.



Perkembangan selanjutnya yaitu Claude E Shannon dan Warren Weaver mengemukakan model komunikasi matematik melalui telepon. Proses komunikasi dimulai dari sumber yang menciptakan pesan, kemudian ditansmit melalui saluran kawat atau gelombang udara. Pesan ini ditangkap oleh pesawat penerima yang merekonstruksi kembali sinyal itu sampai kepada tujuannya. Tujuan disini adalah penerima yang menjadi sasaran pesan.



Dalam proses komunikasi yang diungkapkan Shannon, salah satu unsurnya yang cukup penting ialah gangguan (noise). Gangguan disini menunjukkan adanya rintangan yang terjadi pada saluran, sehingga menghasilkan suatu pesan yang berbeda sepertia yang ditransmit oleh sumber. Oleh karena itu Shanon dan Weaver menyarankan bahwa untuk berhasilnya proses komunikasi yang sempurna, sebaiknya semua gangguan diatasi lebih dulu sebelum proses komunikasi berlangsung.



2. Model Proses Komunikasi

Salah satu dari model model komunikasi adalah model proses komunikasi. Salah satu model yang banyak digunakan untuk menggambarkan proses komunikasi ialah model sirkular yang dibuat oleh Schramm bersama Osgood. Model ini menggambarkan komunikasi sebagai proses yang dinamis, yang di mana pesan ditransmit melalui proses encoding dan juga decoding. Proses Encoding adalah translasi yang dilakukan oleh sumber atas sebuah pesan, dan proses decoding adalah translasi yang dilakukan oleh penerima terhadap pesan yang berasal dari sumber. Hubungan antara encoding dan decoding yaitu hubungan antara sumber dan penerima secara simultan dan saling mempengaruhi satu sama lain.



Pada model komunikasi ini bisa berfungsi ganda sebagai pengirim pesan dan penerima. Pada tahap awalnya, sumber berfungsi sebagai encoder dan penerima sebagai decoder. Pada tahap selanjutnya penerima berfungsi sebagai pengirim dan sumber sebagai penerima. Jadi disini sumber pertama akan menjadi penerima kedua dan penerima pertama akan berfungsi sebagai sumber kedua, begitu seterusnya.

Pelaku komunikasi baik sumber penerima dalam model komunikasi ini mempunyai kedudukan yang setingkat. Oleh karena itu proses komunikasi dapat dimulai dan berakhir di mana dan kapan saja.



3. Model Komunikasi Partisipasi

Salah satu dari model model komunikasi ialah model komunikasi partisipasi. D Lawrence Kincaid dan Everett M Rogers mengembangkan sebuah model komunikasi berdasarkan prinsip pemusatan yang dikembangkan dari teori informasi dan teori siberneti. Model komunikasi ini baru muncul setelah melihat berbagai kelemahan model komunikasi satu arah yang telah mendominasi berbagai riset komunikasi sebelumnya.

Teori sibernatik melihat komunikasi sebagai suatu sistem yang di mana semua unsur saling bermain dan mengatur dalam memproduksi luarannya. Keberhasilan dari teori ini telah ditunjukkan dalam merakit berbagai macam teknologi canggih seperti komputer, radar dan peluru kendali jarak jauh.



Dalam konteks komunikasi antara manusia, Kincaid mencoba berpijak dari konsep sibernetik dengan melihat komunikasi sebagai suatu proses yang memiliki kecenderungan bergerak ke arah suatu titik temu. Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses yang di mana dua orang atau lebih saling menukar informasi untuk mencapai kebersamaan pengertian satu sama lainnya dalam situasi saat mereka berkomunikasi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar