NAMA
: DIDIET DWI SAPUTRA
NPM
: D1E015106
KELAS
: C
DOSEN
: MEISELINA IRMAYANTI S.IKOM,MSi
ILMU
KOMUNIKASI
TUGAS
TEORI KOMUNIKASI
TEORI KOMUNIKASI
TEORI
KOMUNIKASI pada dasarnya sangat dibutuhkan dalam menerapkan suatu komunikasi
baik komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, ataupun komunikasi
massa karena kegunaan dari teori komunikasi sebagai penjelas dan pemberi suatu
informasi terhadap objek-objek komunikasi dan agar supaya para komunikan bisa
menyerap dengan sangat apa yang disampaikan oleh komunikator adapun yang sangat
dibutuhkan dalam komuikasi termasuk dalam menerapkan teori komunikasi adalah
komunikator, media, pesan, pemirsa dan umpan balik. Dan dari kesekian element
komunikasi yang paling banyak mempunyai peran penting dalam proses
berkomunikasi adalah seorang komunikator jika seorang komunikator handal maka
umpan baliknya akan tercapai dengan sangat baik.
Dan
yang paling penting dalam teori komunikasi adalah bagaimana kita bias membangun
komunikasi tersebut dengan baik dan jelas.
komunikasi
yang menjelaskan tentang teori komunikasi di antaranya adalah;
a) CRAGAN & SHIELDS, 1998) Teori
komunikasi merupakan hubungan di antara konsep teoretikal yang membantu
memberi, secara keseluruhan ataupun sebabagiannya, keterangan, penjelasan,
penerangan, penilaian ataupun ramalan tindakan manusia berdasarkan komunikator
(orang) berkomunikasi (bercakap, menulis, membaca, mendengar, menonton,
dansebagainya) untuk jangka masa tertentu melalui media.
b) LITTLEJOHN, 1996 Teori komunikasi adalah
satu teori atau sekumpulan "pemikiran kolektif" yang didapati dalam
keseluruhan teori terutamanya yang berkaitan proses komunikasi
c)
BORMAN, 1989 Teori komunikasi adalah satu perkataan /istilah yang merupakan
paying untuk semua perbincangan dan analisis yang dibuat secara berhati-hati,
sistematik dan sadar, tentang komunikasi.
Disamping
pengertian dari teori komunikasi tadi, ada juga macam-macam teori
komunikasiyang bisa anda simak sekalian. Simak ulasannya:
Teori
Behaviorisme – Salah satu ilmuwan
komunikasi yang mensupport toeri behaviorisme adalah Jhon B. Watson
(1878-1958), seorang ilmuwan di Amerika ini disebut sebagai Bpk.
behaveorisme, disebutkan bahwa dari teori ini semua perilaku, termasuk tindak
balasan atau yang dikenal dengan respon itu semua disebabkan dari adanya
stimulus (rangsangan), pernyataan tsb kita bisa menyimpulkan bahwa kalau suatu
rangsangan telah diamati & diketahui maka respon dari seseorang tsb akan
mudah dan bisa diprediksikan, dari setiap perilaku dapat kita pelajari melalui
hubungan rangsangan dan juga respon.
Teori
Informasi – Teori informasi ini
merupakan sebagian dari teori komunikasi yang klasik, teori ini merupakan
bentuk penjabaran dari karya Claude Shannon dan Warren Weaver (1949,
Weaver. 1949), pada teori ini disebutkan bahwa komunikasi sebagai transmisi
pesan & bagaimana transmitter menggunakan saluran dan media dalam
berkomunikasi, di dalam teori komunikasi informasi ini menitik beratkan pada
saluran atau media yang digunakan oleh transmitter jika sinyal dalam media ini
tidak baik maka proses komunikasi tersebut akan tidak lancar begitu sebaliknya.
Teori
Agenda Setting – Teori Teori
Agenda Setting hampir sama dengan teori informasi karena dalam teori ini
sama-sama bergantung pada media, teori ini dikenalkan oleh Mc Combs dan
DL
Shaw (1972). Toeri ini mempunyai argumen bahwa media sangat memberi tekanan
kepada suatu kejadian, dari kejadian itu media mengangkat peristiwa tsb dan
mempengaruhi masyarakat untuk menganggap peristiwa tersebut penting. Dapat
disimpulkan jika hal apa yang dianggap penting oleh media, maka penting juga
bagi masyaakat.
Teori
Uses and Gratifications (kegunaan dan
kepuasan) – Teori ini dikemukakan oleh Herbert Blumerdan Elihu Katz
(1974). Pada teori ini hal yang di utamakan ialah pengguna media, pengguna
media mempunyai peran yang aktif dalam teori ini, untuk memilih dan menggunakan
media tersebut.
Teori
Dependensi Efek Komunikasi Massa – Teori
dependensi efek komunikasi dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin
L. DeFluer (1976), teori ini lebih menfokuskan kepada kondisi struktural pada
suatu masyarakat, dari struktural masyarakat ini kecendurangan akan terjadi
suatu efek media massa. Teori ini bisa diakusisi oleh para komunitas masyarakat
modern dan bagaimana masyarakat modern mempunyai anggapan bahwa media massa
merupakan pusat informasi yang mempunyai andil penting dalam proses memelihara,
perubahan, dan konflik dalam tataran masyarakat dan masalah perorangan dalam
suatu aktivasi sosial.
MODEL
KOMUNIKASI
Metode-metode
dan model yang dikembangkan dalam ilmu komunikasi sebenarnya berasal dari
sejumlah perspektif dan teori di luar khazanah disiplin komunikasi. Ada
pendekatan struktural-fungsional yang diilhami ilmu sosiologi, teori sistem dan
informasi dari matematika, perspektif mekanistis dari fisika, perspektif
psikologis dari psikologi sosial, dan lain-lain. Proses ini merupakan hasil
pengembangan ilmu komunikasi dari komponen filsafat epistemologi.
Model
biasa dibangun agar membantu proses identifikasi, penggambaran atau
kategorisasi komponen-komponen yang relevan dari suatu proses. Sebuah model
dapat dikatakan sempurna, jika ia mampu memperlihatkan semua aspek yang
mendukung terjadinya suatu proses. Misalnya, dapat menunjukkan keterkaitan
antara satu komponen dengan komponen lainnya dalam suatu proses, dan
keberadaannya dapat ditunjukkan secara nyata.
Definisi
dan Manfaat
Model
secara sederhana bisa dipahami sebagai representasi suatu fenomena, baik nyata
maupun abstrak dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut.
Sebagai suatu gambaran yang sistematis. sebuah model bisa menunjukkan berbagai
aspek dari suatu proses.
Model
komunikasi merupakan alat untuk menjelaskan atau untuk mempermudah penjelasan
komunikasi.
Ragam
Model Komunikasi
Beberapa
contoh model komunikasi,
Model
Lasswell, Meski model ini sering digunakan secara
spesifik dalam komunikasi massa. Dia menegaskan bahwa untuk memahami proses
komunikasi massa kita perlu mempelajari setiap tahapan dalam modelnya.
Who
Says
What
In
Which Channel
To
Whom
With
What Effect?
Model
S-M-C-R (Model Berlo) Model ini memiliki
beberapa unsur, yaitu: S = source (sumber atau komunikator); M = message
(pesan); C = channel (saluran), sedangkan R = receiver (penerima/komunikan).
Model
Shannon dan Weaver (The Mathematical Theory of Communication) Model
ini sering juga disebut model teori informasi. Model ini melukiskan
suatu
sumber yang menyandi atau menciptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu
saluran kepada seorang penerima yang menyandi balik atau mencipta ulang pesan
tersebut. Dengan kata lain, model Shannon Weaver mengasumsikan bahwa sumber
informasi menghasilkan suatu pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan
yang dimungkinkan. Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi suatu sinyal
yang sesuai dengan saluran yang digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar