Senin, 29 Februari 2016

Didiet Dwi Saputra (Teori Komunikasi 1)


NAMA : DIDIET DWI SAPUTRA

NPM : D1E015106

KELAS : C

DOSEN : MEISELINA IRMAYANTI S.IKOM,MSi

ILMU KOMUNIKASI



TUGAS TEORI KOMUNIKASI

TEORI KOMUNIKASI

TEORI KOMUNIKASI pada dasarnya sangat dibutuhkan dalam menerapkan suatu komunikasi baik komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, ataupun komunikasi massa karena kegunaan dari teori komunikasi sebagai penjelas dan pemberi suatu informasi terhadap objek-objek komunikasi dan agar supaya para komunikan bisa menyerap dengan sangat apa yang disampaikan oleh komunikator adapun yang sangat dibutuhkan dalam komuikasi termasuk dalam menerapkan teori komunikasi adalah komunikator, media, pesan, pemirsa dan umpan balik. Dan dari kesekian element komunikasi yang paling banyak mempunyai peran penting dalam proses berkomunikasi adalah seorang komunikator jika seorang komunikator handal maka umpan baliknya akan tercapai dengan sangat baik.

Dan yang paling penting dalam teori komunikasi adalah bagaimana kita bias membangun komunikasi tersebut dengan baik dan jelas.

komunikasi yang menjelaskan tentang teori komunikasi di antaranya adalah;

 a) CRAGAN & SHIELDS, 1998) Teori komunikasi merupakan hubungan di antara konsep teoretikal yang membantu memberi, secara keseluruhan ataupun sebabagiannya, keterangan, penjelasan, penerangan, penilaian ataupun ramalan tindakan manusia berdasarkan komunikator (orang) berkomunikasi (bercakap, menulis, membaca, mendengar, menonton, dansebagainya) untuk jangka masa tertentu melalui media.

 b) LITTLEJOHN, 1996 Teori komunikasi adalah satu teori atau sekumpulan "pemikiran kolektif" yang didapati dalam keseluruhan teori terutamanya yang berkaitan proses komunikasi

c) BORMAN, 1989 Teori komunikasi adalah satu perkataan /istilah yang merupakan paying untuk semua perbincangan dan analisis yang dibuat secara berhati-hati, sistematik dan sadar, tentang komunikasi.

Disamping pengertian dari teori komunikasi tadi, ada juga macam-macam teori komunikasiyang bisa anda simak sekalian. Simak ulasannya:

Teori Behaviorisme – Salah satu ilmuwan komunikasi yang mensupport toeri behaviorisme adalah Jhon B. Watson (1878-1958), seorang ilmuwan di Amerika ini disebut sebagai Bpk. behaveorisme, disebutkan bahwa dari teori ini semua perilaku, termasuk tindak balasan atau yang dikenal dengan respon itu semua disebabkan dari adanya stimulus (rangsangan), pernyataan tsb kita bisa menyimpulkan bahwa kalau suatu rangsangan telah diamati & diketahui maka respon dari seseorang tsb akan mudah dan bisa diprediksikan, dari setiap perilaku dapat kita pelajari melalui hubungan rangsangan dan juga respon.

Teori Informasi – Teori informasi ini merupakan sebagian dari teori komunikasi yang klasik, teori ini merupakan bentuk penjabaran dari karya Claude Shannon dan Warren Weaver (1949, Weaver. 1949), pada teori ini disebutkan bahwa komunikasi sebagai transmisi pesan & bagaimana transmitter menggunakan saluran dan media dalam berkomunikasi, di dalam teori komunikasi informasi ini menitik beratkan pada saluran atau media yang digunakan oleh transmitter jika sinyal dalam media ini tidak baik maka proses komunikasi tersebut akan tidak lancar begitu sebaliknya.

Teori Agenda Setting – Teori Teori Agenda Setting hampir sama dengan teori informasi karena dalam teori ini sama-sama bergantung pada media, teori ini dikenalkan oleh Mc Combs dan

DL Shaw (1972). Toeri ini mempunyai argumen bahwa media sangat memberi tekanan kepada suatu kejadian, dari kejadian itu media mengangkat peristiwa tsb dan mempengaruhi masyarakat untuk menganggap peristiwa tersebut penting. Dapat disimpulkan jika hal apa yang dianggap penting oleh media, maka penting juga bagi masyaakat.

Teori Uses and Gratifications (kegunaan dan kepuasan) – Teori ini dikemukakan oleh Herbert Blumerdan Elihu Katz (1974). Pada teori ini hal yang di utamakan ialah pengguna media, pengguna media mempunyai peran yang aktif dalam teori ini, untuk memilih dan menggunakan media tersebut.

Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa – Teori dependensi efek komunikasi dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin L. DeFluer (1976), teori ini lebih menfokuskan kepada kondisi struktural pada suatu masyarakat, dari struktural masyarakat ini kecendurangan akan terjadi suatu efek media massa. Teori ini bisa diakusisi oleh para komunitas masyarakat modern dan bagaimana masyarakat modern mempunyai anggapan bahwa media massa merupakan pusat informasi yang mempunyai andil penting dalam proses memelihara, perubahan, dan konflik dalam tataran masyarakat dan masalah perorangan dalam suatu aktivasi sosial.







MODEL KOMUNIKASI

Metode-metode dan model yang dikembangkan dalam ilmu komunikasi sebenarnya berasal dari sejumlah perspektif dan teori di luar khazanah disiplin komunikasi. Ada pendekatan struktural-fungsional yang diilhami ilmu sosiologi, teori sistem dan informasi dari matematika, perspektif mekanistis dari fisika, perspektif psikologis dari psikologi sosial, dan lain-lain. Proses ini merupakan hasil pengembangan ilmu komunikasi dari komponen filsafat epistemologi.

Model biasa dibangun agar membantu proses identifikasi, penggambaran atau kategorisasi komponen-komponen yang relevan dari suatu proses. Sebuah model dapat dikatakan sempurna, jika ia mampu memperlihatkan semua aspek yang mendukung terjadinya suatu proses. Misalnya, dapat menunjukkan keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya dalam suatu proses, dan keberadaannya dapat ditunjukkan secara nyata.

Definisi dan Manfaat

Model secara sederhana bisa dipahami sebagai representasi suatu fenomena, baik nyata maupun abstrak dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. Sebagai suatu gambaran yang sistematis. sebuah model bisa menunjukkan berbagai aspek dari suatu proses.

Model komunikasi merupakan alat untuk menjelaskan atau untuk mempermudah penjelasan komunikasi.

Ragam Model Komunikasi

Beberapa contoh model komunikasi,

Model Lasswell, Meski model ini sering digunakan secara spesifik dalam komunikasi massa. Dia menegaskan bahwa untuk memahami proses komunikasi massa kita perlu mempelajari setiap tahapan dalam modelnya.

Who

Says What

In Which Channel

To Whom

With What Effect?

 





Model S-M-C-R (Model Berlo) Model ini memiliki beberapa unsur, yaitu: S = source (sumber atau komunikator); M = message (pesan); C = channel (saluran), sedangkan R = receiver (penerima/komunikan).

Model Shannon dan Weaver (The Mathematical Theory of Communication) Model ini sering juga disebut model teori informasi.  Model ini melukiskan

suatu sumber yang menyandi atau menciptakan pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran kepada seorang penerima yang menyandi balik atau mencipta ulang pesan tersebut. Dengan kata lain, model Shannon Weaver mengasumsikan bahwa sumber informasi menghasilkan suatu pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan. Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi suatu sinyal yang sesuai dengan saluran yang digunakan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar