Kamis, 26 November 2015

MENGHAPUS JEJAKMU DI LOGIKAKU - Andrearna Framitha - D1E013091

MENGHAPUS JEJAKMU DI LOGIKAKU
By : Andrearna Framitha

Cerita ini fakta dan nyata dikehidupanku. Cerita ini berawal ketika aku mulai memasuki masa putih abu-abu, yang kebanyakan orang mengatakan bahwa masa itu susah untuk dilupakan dan sedih jika dikenang. Maka dari itu aku mencoba melampiaskan cerita ini dalam sebuah cerita pendek. Inilah aku dan cerita dariku.
Beberapa tahun yang silam. Tepatnya di tahun 2010 dimana aku mulai memasuki masa putih abu-abu. Masa dimana aku mulai untuk berpikir kedepan dan mengubah pola pikir serta pola hidup yang dulunya masih kekanak-kanakan menjadi seorang yang lebih dewasa. Dimasa-masa ini aku mencoba untuk melakukan perubahan sebaik mungkin.
Aku Atta, aku adalah siswa baru dari salah satu sekolah terfavorit di kotaku. Diawal aku memasuki masa-masa sekolah aku sangat senang bisa bersekolah disana, karena sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah yang aku inginkan. Kerja keras, usaha, doa dan motivasi dari kedua orang tuaku yang membuat aku bisa berada disana. Aku bangga dan orang tuaku juga bangga terhadapku.
Diawal memasuki masa-masa orientasi siswa atau yang sering disebut dengan MOS. Aku mulai bergaul dan mulai bertegur sapa dengan teman-teman yang lainnya. Tetapi aku melihat dari kejauhan ada sosok lelaki dengan badan yang cukup berisi dan berpakaian rapi, dia tampak menyendiri disudut teras depan salah satu kelas yang ada disekolah ini. Dia seperti orang yang tampak kebingungan dan merasa asing saat pertama kalinya berada disekolah tersebut. Ternyata dia belum terlalu banyak mengenal teman-teman disekitarnya, karena status sekolahnya yang tidak terlalu terkenal dikotaku ini. Dia hanya bisa diam dan tak banyak berkutik. Dia hanya memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang lainnya.
Setelah beberapa hari melewati masa orientasi siswa, dan melakukan berbagai tes, tibalah saatnya untuk penentuan menduduki sebuah kelas. Disekolah ini terdapat kurang lebih 16 ruang kelas belajar dan berbagai ruangan lainnya. Pada akhirnya aku mendapatkan kelas sepuluh A dan aku sangat kaget ketika aku harus ditempatkan satu kelas dengan lelaki yang menjadi bahan perhatianku tadi. Kemudian setelah mengetahui kelas masing-masing aku dan teman-teman yang lainnya langsung mencari dan memasuki kelas yang kami dapatkan. Disana kami mulai berkenalan satu dengan yang lainnya. Dan herannya aku masih saja mengamati dan memperhatikan lelaki itu. Ntah apa yang menarik dari dirinya, aku juga tidak mengerti. Aku ingin sekali bisa berkenalan dan bisa bertegur sapa dengannya.
Namanya adalah tirta, nama dengan arti yang sangat bagus. Disaat pertama kalinya aku mengenal nama itu. Sepertinya dia orang yang baik dan mudah bergaul. Dan jika dilihat dari penampilannya dia juga berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan. Aku mulai mengenal dirinya dan mulai untuk saling bertegur sapa dengannya.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan aku mulai merasakan hal yang berbeda. Aku merasa nyaman jika sedang bercanda dan bermain dengannya. Ntah apa yang aku rasakan, aku juga tak begitu paham dengan rasa ini. Aku mulai bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta ?
Setelah beberapa lama aku mengenal dirinya. Sedikit demi sedikit aku mulai paham bagaimana dirinya, aku juga mulai mengetahui sifat baik dan buruk dari dirinya, apa yang ia suka dan ia tidak suka aku juga belajar untuk tahu tentang hal itu. Dan aku juga mulai mengenal kedua orang tua dan keluarganya.
Semakin hari hati ini semakin menjadi-jadi ketika kami begitu akrab dengan segala hal, perhatian serta kepedulian yang ia lontarkan kepadaku juga membuat perasaan ini semakin menggebu-gebu. Mungkin kata jatuh cintalah yang tepat untuk mengartikan perasaanku saat ini. Aku mulai seperti orang yang kehilangan akal dan tak tentu arah.Yang ada dipikirkan ini hanyalah lelaki itu. Aku selalu terbayang dengan hal-hal indah yang selalu kami lakukan. Sepertinya inilah yang dinamakan jatuh cinta.
Setelah beberapa tahun aku mengenal dirinya, perasaan yang selama ini aku pendam belum juga berubah, perasaan ini masih sama ketika aku baru mengenalnya dulu. Sudah banyak hal-hal indah dan lucu yang kami lakukan bersama. Aku mulai mencoba untuk membuka diriku dan mengatakan perasaan yang selama ini aku rasakan. Aku memberanikan diri untuk mengatakan yang sejujurnya bahwa aku suka kepadanya. Tetapi hal yang tidak inginkan terjadi. Dia mulai menjauh dariku dan mulai tidak memperdulikan diriku lagi. Aku juga mulai menjaga jarak dengannya. Padahal aku sudah begitu dekat dengan keluarganya bahkan diantara semua teman-temannya yang akrab dengan dirinya hanya aku yang memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan “mama & papa”. Aku juga sering sekali diajak untuk berpergian bersama kedua orang tuanya, apalagi dengan mamanya. Aku sudah dianggap seperti anak sendiri oleh mamanya. Aku juga sudah menganggap mereka seperti kedua orang tuaku.
Sekarang aku hanya bisa bermimpi untuk bisa selalu bersamanya. Tak banyak yang aku inginkan sekarang, aku hanya ingin seperti orang yang sedang terkena amnesia, yang tak mengingat apapun itu, yang sama sekali tak mempunyai beban apapun. Aku ingin seperti itu agar aku bisa melupakan semua kenangan yang pernah kami lakukan bersama dahulu. Aku tak ingin mengingat semua hal ini lagi. Karena itu akan membuat aku merasa seperti orang yang sangat bodoh. Tetapi aku percaya bahwa Tuhan punya rencana lain untuk diriku. Tuhan punya berjuta kejutan yang indah yang akan ia berikan kepadaku.
Dan setelah beberapa tahun yang lewat semenjak kami sudah lulus dari bangku SMA, aku sudah sangat jarang mendengar kabar darinya. Aku hanya mendapat kabar dari mamanya bahwa sekarang Ia sudah berada dipulau jawa untuk melanjutkan studi sarjananya disana. Aku sangat senang ketika mendapat kabar bahwa Ia sudah berada di pulau jawa untuk melanjutkan studinya karena yang aku tahu dia memang ingin sekali untuk bersekolah dan melanjutkan studinya disana. Dan aku juga mendapatkan kabar dari teman-temanku bahwa ia sudah mempunyai pacar yang bernama Arumi. Ketika teman-temanku membicarakan hal tentang dirinya aku hanya bisa diam dan tersenyum. Tak sepatah katapun aku melontarkan perkataanku tentang dirinya. Aku tak ingin mengingat kembali hal yang pernah terjadi mengenai aku dan dirinya. Biarkan semua itu terkubur dan menjadi cerita lama yang hanya tersimpan dilogikaku.








Profil Penulis:
Nama               : Andrearna Framitha
Alamat            : Jl. Bandar Raya NO 57 RT 1 RW 1 Rawa Makmur Permai Kota Bengkulu
TTL                 : Bengkulu, 16 Januari 1995
Cita-Cita         : Young Entrepereneur atau Penyanyi
No Hp              : 089611664818
E-mail              : andrearnaframitha@ymail.com

Fb                    : Andrearna Framitha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar