By : Andrearna Framitha
Cerita ini fakta dan nyata
dikehidupanku. Cerita ini berawal ketika aku mulai memasuki masa putih abu-abu,
yang kebanyakan orang mengatakan bahwa masa itu susah untuk dilupakan dan sedih
jika dikenang. Maka dari itu aku mencoba melampiaskan cerita ini dalam sebuah
cerita pendek. Inilah aku dan cerita dariku.
Beberapa tahun yang silam. Tepatnya di
tahun 2010 dimana aku mulai memasuki masa putih abu-abu. Masa dimana aku mulai
untuk berpikir kedepan dan mengubah pola pikir serta pola hidup yang dulunya
masih kekanak-kanakan menjadi seorang yang lebih dewasa. Dimasa-masa ini aku mencoba
untuk melakukan perubahan sebaik mungkin.
Aku Atta, aku adalah siswa baru dari
salah satu sekolah terfavorit di kotaku. Diawal aku memasuki masa-masa sekolah
aku sangat senang bisa bersekolah disana, karena sekolah tersebut merupakan
salah satu sekolah yang aku inginkan. Kerja keras, usaha, doa dan motivasi dari
kedua orang tuaku yang membuat aku bisa berada disana. Aku bangga dan orang
tuaku juga bangga terhadapku.
Diawal memasuki masa-masa orientasi
siswa atau yang sering disebut dengan MOS. Aku mulai bergaul dan mulai bertegur
sapa dengan teman-teman yang lainnya. Tetapi aku melihat dari kejauhan ada sosok
lelaki dengan badan yang cukup berisi dan berpakaian rapi, dia tampak
menyendiri disudut teras depan salah satu kelas yang ada disekolah ini. Dia
seperti orang yang tampak kebingungan dan merasa asing saat pertama kalinya
berada disekolah tersebut. Ternyata dia belum terlalu banyak mengenal
teman-teman disekitarnya, karena status sekolahnya yang tidak terlalu terkenal
dikotaku ini. Dia hanya bisa diam dan tak banyak berkutik. Dia hanya
memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang lainnya.
Setelah beberapa hari melewati masa
orientasi siswa, dan melakukan berbagai tes, tibalah saatnya untuk penentuan
menduduki sebuah kelas. Disekolah ini terdapat kurang lebih 16 ruang kelas belajar
dan berbagai ruangan lainnya. Pada akhirnya aku mendapatkan kelas sepuluh A dan
aku sangat kaget ketika aku harus ditempatkan satu kelas dengan lelaki yang
menjadi bahan perhatianku tadi. Kemudian setelah mengetahui kelas masing-masing
aku dan teman-teman yang lainnya langsung mencari dan memasuki kelas yang kami
dapatkan. Disana kami mulai berkenalan satu dengan yang lainnya. Dan herannya
aku masih saja mengamati dan memperhatikan lelaki itu. Ntah apa yang menarik
dari dirinya, aku juga tidak mengerti. Aku ingin sekali bisa berkenalan dan
bisa bertegur sapa dengannya.
Namanya adalah tirta, nama dengan arti
yang sangat bagus. Disaat pertama kalinya aku mengenal nama itu. Sepertinya dia
orang yang baik dan mudah bergaul. Dan jika dilihat dari penampilannya dia juga
berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan. Aku mulai mengenal dirinya dan
mulai untuk saling bertegur sapa dengannya.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan
aku mulai merasakan hal yang berbeda. Aku merasa nyaman jika sedang bercanda
dan bermain dengannya. Ntah apa yang aku rasakan, aku juga tak begitu paham
dengan rasa ini. Aku mulai bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Apakah ini
yang dinamakan jatuh cinta ?
Setelah beberapa lama aku mengenal
dirinya. Sedikit demi sedikit aku mulai paham bagaimana dirinya, aku juga mulai
mengetahui sifat baik dan buruk dari dirinya, apa yang ia suka dan ia tidak
suka aku juga belajar untuk tahu tentang hal itu. Dan aku juga mulai mengenal
kedua orang tua dan keluarganya.
Semakin hari hati ini semakin
menjadi-jadi ketika kami begitu akrab dengan segala hal, perhatian serta
kepedulian yang ia lontarkan kepadaku juga membuat perasaan ini semakin
menggebu-gebu. Mungkin kata jatuh cintalah yang tepat untuk mengartikan
perasaanku saat ini. Aku mulai seperti orang yang kehilangan akal dan tak tentu
arah.Yang ada dipikirkan ini hanyalah lelaki itu. Aku selalu terbayang dengan
hal-hal indah yang selalu kami lakukan. Sepertinya inilah yang dinamakan jatuh
cinta.
Setelah beberapa tahun aku mengenal
dirinya, perasaan yang selama ini aku pendam belum juga berubah, perasaan ini
masih sama ketika aku baru mengenalnya dulu. Sudah banyak hal-hal indah dan
lucu yang kami lakukan bersama. Aku mulai mencoba untuk membuka diriku dan
mengatakan perasaan yang selama ini aku rasakan. Aku memberanikan diri untuk
mengatakan yang sejujurnya bahwa aku suka kepadanya. Tetapi hal yang tidak
inginkan terjadi. Dia mulai menjauh dariku dan mulai tidak memperdulikan diriku
lagi. Aku juga mulai menjaga jarak dengannya. Padahal aku sudah begitu dekat
dengan keluarganya bahkan diantara semua teman-temannya yang akrab dengan dirinya
hanya aku yang memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan “mama & papa”.
Aku juga sering sekali diajak untuk berpergian bersama kedua orang tuanya,
apalagi dengan mamanya. Aku sudah dianggap seperti anak sendiri oleh mamanya.
Aku juga sudah menganggap mereka seperti kedua orang tuaku.
Sekarang aku hanya bisa bermimpi untuk
bisa selalu bersamanya. Tak banyak yang aku inginkan sekarang, aku hanya ingin seperti
orang yang sedang terkena amnesia, yang tak mengingat apapun itu, yang sama
sekali tak mempunyai beban apapun. Aku ingin seperti itu agar aku bisa melupakan
semua kenangan yang pernah kami lakukan bersama dahulu. Aku tak ingin mengingat
semua hal ini lagi. Karena itu akan membuat aku merasa seperti orang yang
sangat bodoh. Tetapi aku percaya bahwa Tuhan punya rencana lain untuk diriku.
Tuhan punya berjuta kejutan yang indah yang akan ia berikan kepadaku.
Dan setelah beberapa tahun yang lewat
semenjak kami sudah lulus dari bangku SMA, aku sudah sangat jarang mendengar
kabar darinya. Aku hanya mendapat kabar dari mamanya bahwa sekarang Ia sudah
berada dipulau jawa untuk melanjutkan studi sarjananya disana. Aku sangat
senang ketika mendapat kabar bahwa Ia sudah berada di pulau jawa untuk
melanjutkan studinya karena yang aku tahu dia memang ingin sekali untuk
bersekolah dan melanjutkan studinya disana. Dan aku juga mendapatkan kabar dari
teman-temanku bahwa ia sudah mempunyai pacar yang bernama Arumi. Ketika
teman-temanku membicarakan hal tentang dirinya aku hanya bisa diam dan
tersenyum. Tak sepatah katapun aku melontarkan perkataanku tentang dirinya. Aku
tak ingin mengingat kembali hal yang pernah terjadi mengenai aku dan dirinya. Biarkan
semua itu terkubur dan menjadi cerita lama yang hanya tersimpan dilogikaku.
Profil Penulis:
Nama
:
Andrearna Framitha
Alamat
: Jl. Bandar Raya NO 57 RT 1 RW
1 Rawa Makmur Permai Kota Bengkulu
TTL
:
Bengkulu, 16 Januari 1995
Cita-Cita
: Young Entrepereneur atau
Penyanyi
No
Hp : 089611664818
Fb
: Andrearna Framitha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar