Nama :
Sabarhati menderita lumban gaol
Prodi : ilmu komunikasi
Npm : D1E015062
TEORI KOMUNIKASI DAN MODEL-MODEL KOMUNIKASI
A.TEORI-TEORI
KOMUNIKASI
1.
Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa
Teori ini dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin L. DeFluer
(1976), yang memfokuskan pada kondisi struktural suatu masyarakat yang
mengatur kecenderungan terjadinya suatu efek media massa. Teori ini berangkat
dari sifat masyarakat modern, diamana media massa diangap sebagai sistem
informasi yang memiliki peran penting dalam proses memelihara, perubahan, dan
konflik pada tataran masyarakat,kelompok, dan individu dalam aktivitas sosial.
Secara ringkas kajian terhadap efek tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Kognitif, menciptakan atau
menghilangkan ambiguitas, pembentukan sikap, agenda-setting, perluasan sistem
keyakinan masyarakat, penegasan/ penjelasan nilai-nilai.
2. Afektif, menciptakan ketakutan atau
kecemasan, dan meningkatkan atau menurunkan dukungan moral.
3. Behavioral, mengaktifkan atau
menggerakkan atau meredakan, pembentukan isu tertentu atau penyelesaiannya,
menjangkau atau menyediakan strategi untuk suatu aktivitas serta menyebabkan
perilaku dermawan.
2. Teori
Behaviorisme
Tokoh aliran ini adalah John B. Watson (1878 – 1958) yang di
Amerika dikenal sebagai bapak Behaviorisme. Teorinya memumpunkan perhatiannya
pada aspek yang dirasakan secara langsung pada perilaku berbahasa serta
hubungan antara stimulus dan respons pada dunia sekelilingnya. Menurut teori
ini, semua perilaku, termasuk tindak balas (respons) ditimbulkan oleh adanya
rangsangan (stimulus). Jika rangsangan telah diamati dan diketahui maka gerak
balas pun dapat diprediksikan. Watson juga dengan tegas menolak pengaruh naluri
(instinct) dan kesadaran terhadap perilaku. Jadi setiap perilaku dapat
dipelajari menurut hubungan stimulus - respons.
Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme dan juga psikoanalisis.
Behaviorisme ingin menganalisis hanya perilaku yang nampak saja, yang dapat
diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Belakangan, teori kaum behavioris lebih
dikenal dengan nama teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku
manusia kecuali instink adalah
hasil belajar. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh
lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau
jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana
perilakunya dikendalikan oleh faktor‑faktor lingkungan. Dari sinilah timbul
konsep “manusia mesin” (Homo Mechanicus).
B.MODEL-MODEL
KOMUNIKASI
1.Model
Arisroteles
Aristoteles
adalah filosof Yunani, tokoh paling dini yang mengkaji komunikasi, yang intinya
adalah persuasi Model Aristoteles adalah model yang paling klasik atau
disebutbjuga model retoris. Oleh karena itu, model ini merupakan penggambaran
dari komunikasi retoris, konu8mikasi publik atau pidato. Aristoteles adalah
orang pertama yang merumuskan model komunikasi verbal pertama. Proses
komunikasi terjadi ketika ada seorang pembicara berbicara kepada orang lain
atau khalayak lain dala rangka merubah sikap mereka.
Aristoteles mengemukakan tiga unsur yang harus ada dalam proses komunikasi :
- Pembicara (speaker)
- Pesan (message)
- Pendengar (listener)
Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh :
- Siapa Anda (etos-kepercayaan anda)
- Apa argumen Anda (Logos-logika dalam pendapat Anda)
- Dengan memainkan emosi khalayak (pathos-emosi khalayak)
Salah satu kelemahan model ini adalah bahwa proses komunikasi dipandang sebagai suatu yang statis dan tidak mempedulikan saluran, umpan balik, efek, dan kendala-kendala. Disanping itu, model ini juga berfokus pada komunikasi yang disengaja (komunikator mempunyai keinginan secara sadar untuk merubah sikap orang lain).
2.Model
Berlo
Model
ini hanya memperlihatkan komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat
komponen utama, yaitu sumber, saluran dan penerima. Akan tetapi pada
masing-masing komponen tersebut ada sejumlah faktor kontrol.
Model komunikasi Berlo disamping menekankan ide bahwa meaning are in the people. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa interpretasi pesan terutama tergantung kepada arti dari kata atau pesan yang di tafsirkan oleh pengirim atau penerima pesan.
C.DAFTAR PUSTAKA
http://puziebd.blogspot.co.id/2013/04/macam-macam-teori-komunikasi.html
https://communicationdomain.wordpress.com/2010/12/17/model-model-komunikasi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar